SIGI – Personel Polri bersama tim gabungan dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan puncak dan punggung Gunung Ranindi, Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (31/10/2026). Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh pihak dalam menangani kebakaran yang telah berlangsung sejak 19 Oktober 2026.
Selama proses penanganan, sebanyak 151 personel gabungan dan masyarakat terlibat dalam upaya pemadaman. Mereka terdiri dari unsur Brimob Polda Sulteng, Ditsamapta Polda Sulteng, Satsamapta Polres Sigi, Polsek Palolo, Koramil Palolo, BPBD Kabupaten Sigi, Manggala Agni, Pemerintah Kecamatan Palolo, Pemerintah Desa Berdikari, Kelompok Pecinta Alam (KPA), serta masyarakat Desa Berdikari. Seluruh unsur tersebut bersinergi menghadapi berbagai tantangan di lapangan demi mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Kabupaten Sigi dan Manggala Agni, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 115 hektare. Dari hasil penanganan terakhir, titik api di kawasan puncak dan punggung Gunung Ranindi berhasil dipadamkan. Kondisi cuaca hujan dengan intensitas sedang turut membantu proses pemadaman.
Kapolres Sigi AKBP Agus Dwi Cahyono, S.I.K., M.A.P., melalui Kasihumas Polres Sigi AKP Nuim Hayat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel gabungan, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok pecinta alam, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan selama proses penanganan Karhutla.
"Sinergi dan semangat gotong royong seluruh pihak menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana. Kami mengapresiasi kerja keras dan kepedulian semua unsur yang telah terlibat hingga kebakaran berhasil dipadamkan," ujar AKP Nuim Hayat.
Meski titik api telah berhasil dipadamkan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya warga yang beraktivitas di kawasan hutan. Apabila menemukan kembali titik api atau tanda-tanda kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
Koordinasi lintas sektoral dan pemantauan lanjutan terus dilakukan guna memastikan kondisi kawasan tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

