Palu – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Semmy Ronny Thabaa bersama Ibu melaksanakan kegiatan Minggu Kasih Lintas Agama di Gereja GKST Anugrah Masomba, Jalan Tanjung Manimbaya IV, Kota Palu, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menampung, merespons, dan menindaklanjuti berbagai keluhan maupun aduan masyarakat, sekaligus mendukung Program Quick Wins Kapolri melalui program Polisi Bersama Masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sulteng memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polda Sulteng kepada jemaat gereja. Ia juga membuka ruang dialog dan komunikasi secara langsung untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
Sejumlah aspirasi disampaikan jemaat, di antaranya keluhan terkait penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga, kasus pencurian kabel, serta perkembangan situasi keamanan pascabentrok antarwarga Nunu dan Anoa. Masyarakat juga berharap kepolisian dapat meningkatkan kegiatan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakapolda menyampaikan bahwa pihaknya akan memerintahkan jajaran terkait untuk meningkatkan patroli di wilayah yang membutuhkan perhatian, khususnya guna mengantisipasi tindak kriminalitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Terkait penggunaan knalpot brong, Wakapolda akan menginstruksikan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng agar menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui langkah penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara menyikapi situasi pascabentrok antarwarga Nunu dan Anoa, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mengedepankan kerukunan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik kembali.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian, kegiatan Minggu Kasih tersebut juga diisi dengan penyerahan bingkisan kepada perwakilan jemaat Gereja GKST Anugrah Masomba.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, kegiatan Minggu Kasih menjadi salah satu sarana penting bagi Polri untuk membangun komunikasi yang terbuka dan mempererat hubungan dengan masyarakat lintas agama.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan, komunikasi, dan semangat toleransi, kita dapat mewujudkan situasi Sulawesi Tengah yang aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.

